Kemarin Hari Kamis 10 Mei 2018 MI Muhammadiyah Dolopo mengadakan Wisuda Tahfidz Juz 30 bersamaan dengan wisuda/pelepasan siswa kelas 6. pada tahun pelajaran 2017/2018 MI Muhammadiyah Dolopo mewisuda tahfidz juz 30 sebanyak 42 siswa yang terdiri dari kelas 6,5 dan kelas 4. untuk wisuda kelas 6 sebanyak 42 dua siswa
Banyak orang tua yang meneteskan air mata ketika melihat anak melihat putra putrinya naik ke atas panggung, terharu karena anaknya bisa menghafal juz 30. lebih terharu lagi ketika anak memakaikan mahkota kepada orang tua.
Menurut koordinator qur'an MI Muhammadiyah Dolopo bapak Supriyono " wisuda ini adalah wisuda ke 3 yang diadakan di MI Muhamadiyah Dolopo, walaupun 3tahun sebelumnya sudah banyak yang hafal juz 30. selain itu juga siswa lulus MI Harus menghafalal minimal Juz 30." selain itu juga berharap siswa dapat memperthankan hafalanya dan menambah hafalanya.
pada acara ini ada juga uji publik, alhamdulillah anak yang dapat undian diuji menghafal dengan lancar.
Perasaan tegang itulah yang dirasakan 17 siswa MI Muhammadiyah Dolopo ketika mereka berkumpul di Masjid Al Abror yang terletak disebelah utara Sekolah MI Muhammadiyah Dolopo.
Perasaan tegang mereka terjadi karena mereka akan mengikuti Munaqosa Juz 30. lantunan surat - surat juz 30 terdengar dari mulud -mulud mereka. ada yang saling menyimak dan ada yang menghafal sendiri sendiri. dalam perasaan tegang mereka juga terbersit rasa senang karena telah menyelesaikan hafalan juz 30 " komentar salah satu peserta munaqosah kepada wartawan IKB "
Menurut panitia Munaqosah "ini adalah Munaqosah yang ke dua ditahun pelajaran 2017/2018, seperti munaqosah yang pertama, penguji tetap dari Majelis Qur'an Madiun .Munaqosah pertama diikuti oleh 22 siswa.
Munaqosah ini dilaksanakan pada tgl 10 April 2018. dari Majelis Qur'an pada munaqosah yang ke dua ini mengirimkan 4 tiem penguji.
Seperti biasa setiap Ahad Balai desa Petungrejo Nguntoronadi didatangi banyak orang. mereka hadir bukan untuk mengurusi adminitrasi , tetapi mereka hadir untuk mendengarkan kajian rutin ahad pagi.
Ahad tgl 8 April 2018 yang menjadi penceramah adalah calon bupati Magetan yaitu Gus Amik ( Miratul Mukminin ). namun kapasitasnya dipagi itu ialah sebagai penceramah, bukan calon bupati. Seperti apa yang disampaikan oleh pembawa acara yaitu Alif Kustanto Hadi yang juga ketua FKM ( Forum Komonikasi Muslim kec. Nguntoronadi ) "beliau hadir disini atas permintaan Panitia yang telah menjadwalkan beliau, selain itu juga beliau juga bukan yang pertama kali menjadi penceramah di Ahad Pagi petungrejo".
Beliau pada kesempatan itu menyampaikan dua tema, yang pertama mengenai macam macam hati dan yang kedua mengenai isro' mikraj.
Hari ini tgl 18 November 2017 dalam kalender Hijriyah 28 Safar 1439 H bertepatan dengan milad Muhammadiyah yang ke 105. pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengintruksikan untuk semua lembaga Pendidikan Muhammdiyah di Jawa Timur untuk mengadakan Apel Milad Muhammadiyah Ke 105.
Hari Ini serentak seluruh Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Mengadakan Apel Milad Muhammadiyah Ke 105. lembaga pendidikan Muhamadiyah yang berada di kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Hari ini Juga melaksanakn intruksi dari dari pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan mengadakan upacar dalam rangka Milid. yaitu MI Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah dan SMK Muhammadiyah Dolopo.
Dalam Apel Ini Bpk. Supriyono S.Pd.I Guru MI Muhammadiyah menjadi Protokol, Sebagai Pembinan Upacara adalah Bapak Sugeng dan petugas petugas yang lain adalah Siswa SMK Muhammadiyah Dolopo.
Milad Muhammadiyah tahun ini mengambil tema "Merekat kebersamaan" Bapak Sugeng Sebagi pembina Upacara memberitahukan dalam milad ini Muhammadiyah mendapat kado istimewa diantaran banyak siswa Muhammadiyah bayak yang berprestasi di kancah Nasional dan Internasional
Hujan yang terjadi kemarin, Rabu tgl 15 November 2017 mulai sekitar jam 12.30 sampai sore hari mengakibatkan jembatan yang berada desa Doho yang menghubungkan desa Doho dan dusun ngrawan tidak bosa di lalui.
dari informasi yang diterima sebenarnya tidak patah atau ambrol. namun tanah yang di samping jembatan mengalami longsor hingga memakan jalan, yang diakibatkan dari derasnya air yang melalui sungai tersebut akibat hujan dari siang sampai sore hari.
Walaupun tidak putus jembatan tersebut sama warga ditutup, ditakutkan nanti jembatan putus sewaktu waktu dan memakan korban.
Jembatan tersebut selain digunakan warga setempat juga dilalui anak - anak sekolah yang bersekolah di MTsN Doho Dolopo.
Dalam rangka Hari jadi Korp brimop ke 72, polisi kopr brimop mengadakan napak tilas, salah satu jalur yang dilewati adalah jalur ponorogo madiun.
pukul 10.00 melewati jalan di depan MI Muhammdiyah dolopo, siswa MI menyambut dengan antusias dengan alunan lagu lagu oleh group drumband gita surya. selain grup drumband siswa yang berjumlah 275 berjejer di pinggir jalan menyambut peserta napak tilas dari krops brimop. ada yang membawa tulisa selamat hari jadi krops brimop ke 72.
begitu juga para peserta napak tilas sangat senang dengan sambutan siswa siswi MI Muhammadiyah. salah satunya bersalaman dengan siswa.
Ba'da Dzuhur kemarin siang seorang pendeta Kristen Kharismatik dari Kelapa Gading, Jakarta masuk Islam di Asrama Haji Jakarta.
Baca selengkapnya di sini http://www.beritaislam24h.com/2016/05/allahu-akbar-pendeta-kristen.html
Problematika dalam mewujudkan Masyarakat Madani saat ini terutama
karena tidak adanya model nyata yang dapat menjadi contoh atau patokan.
Karena itu seharusnya kita merujuk model Masyarakat Madani yang telah
pernah ada dalam sejarah Islam.
Demikian disampaikan Wakil Sekjend Majelis Ulama Indonesia Pusat
(MUI) Muhammad Zaitun Rasmin di acara Konferensi Internasional “Forum
Doha” di Qatar, Senin (23/05/2016)
“Sebab tidak ada walau satu negarapun atau satu komunitas manapun
yang dapat memerankan sebagai model masyarakat madani,” ujar Zaitun.
“Itu dapat ditemukan dalam sejarah indah umat Islam yang pernah
mewujudkan Masyarakat Madani dalam banyak episode sejarahnya,” lanjutnya
di acara yang dihadiri perwakilan berbagai Negara.
Zaitun mencontohkan masyarakat Madinah ketika kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Juga di zaman Khulafaurrasyidin
khususnya pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab . Kemudian
di zaman Umar bin Abdul ‘Aziz dari Bani Umayyah dan di zaman Harun Ar
Rasyid dari Bani Abbasiyah. Dan beberapa episode lain sesudah itu di
Andalusia (Spanyol) dan pada Khilafah Utsmaniyah.
Menurut Pimpinan Wahdah Islamiyah ini, ada 3 unsur penting yang dapat
menjadi alasan mengapa Islam bisa menjadi model bagi perwujudan
Masyarakat Madani. Pertama, dia sangat jelas dan lengkap dalam semua sisi ideal masyarakat madani. Kedua, dia telah terjadi berulang ulang, sehingga bukan sesuatu yang kebetulan. Ketiga,
konsep lengkap tentang dasar dan metode pembangunan masyarakat madani
tersebut sampai sekarang masih otentik dan sangat lengkap dengan
berbagai variasi pengembangannya. Bahkan konsep itu sangat dinamis tanpa
harus kehilangan dasar-dasarnya.
“Karena itu saya mengajak para pakar yang menggeluti bidang ini
terlebih lebih dari kalangan kaum Muslimin untuk kembali mengkaji secara
mendalam hal tersebut dan tidak malu untuk menampilkannya dalam
konferensi dan forum- forum internasional seperti pada Forum Doha ini,”
papar Wakil Ketua MIUMI ini.
Usai memberikan tanggapan tersebut, banyak dari peserta menyatakan
salut dan sangat setuju dengan masukan tersebut. Di antaranya Professor
Charles Chatterjee dari Ingris, Professor Seydou Diouf dari Senegal
dan Duta besar Mauritania di Doha Qatar dimana forum ini juga dihadiri
oleh banyak dubes dan diplomat manca negara yang bertugas di Doha.
Hari ketiga Konferensi Internasional Forum Doha Qatar membahasa upaya mewujudkan Masyarakat Madani dengan tema: “The Developmental Role of Masyarakat Madaniin The Developing Countries- Selected Models”.
Pembicara pada sesi ini berasal dari 6 negara,yakni Oman, Turki,
Qatar, USA, Bulgaria dan Tunisia. Sectetary General of Sultan Qaboos
Higher Center fo Cultute and Science Oman,Habib bin Mohammad Al Riyami.
School of Public Affairs University of Minnesota, USA Dr.Eric Schwartz.
Executif Director Social Development Centre Qatar,Amal Al – Mannai.
Director The Tunisia National Youth Observatory Tunisia, Mr.Mohamed
Jouili. Member Trustee Council of the Tirkish Humanitarian Relief
Foundation Turki. Expert,Bulgarian Institute of International Affairs,
Bulgari, Mr. Vladimir Petrov Shopov.*
Ada ilmu yang mesti diperhatikan sebelum
melaksanakan puasa Ramadhan. Ada larangan yang berisi perintah untuk
tidak berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Karena ada yang punya tujuan melaksanakan puasa sebelum itu untuk hati-hati atau hanya sekedar melaksanakan puasa sunnah biasa.
Hadits yang membicarakan hal ini disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom hadits no. 650 sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punyakebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.”(HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082).
Beberapa faedah dari hadits di atas:
1- Dalil ini
adalah larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan karena
ingin hati-hati dalam penentuan awal Ramadhan atau hanya ingin
melaksanakan puasa sunnah biasa (puasa sunnah mutlak).
2- Larangan di sini adalah larangan haram, menurut pendapat lebih kuat karena hukum asal larangan demikian sampai ada dalil yang menyatakan berbeda.
3- Dikecualikan
di sini kalau seseorang yang punya kebiasaan puasa tertentu seperti
puasa Senin Kamis, atau puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak puasa),
kalau dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadhan, maka tidaklah
mengapa.
4- Begitu pula dikecualikan jika seseorang ingin melaksanakan puasa wajib, seperti puasa nadzar,
kafaroh atau qodho’ puasa Ramadhan yang lalu, itu pun masih dibolehkan
dan tidak termasuk dalam larangan hadits yang kita kaji.
5- Hikmah
larangan ini adalah supaya bisa membedakan antara amalan wajib (puasa
Ramadhan) dan amalan sunnah. Juga supaya kita semakin semangat
melaksanakan awal puasa Ramadhan. Di samping itu, hukum puasa berkaitan
dengan melihat hilal (datangnya awal bulan). Maka orang yang mendahului
Ramadhan dengan sehari atau dua hari puasa sebelumnya berarti
menyelisihi ketentuan ini.
6- Ada hadits yang berbunyi,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا
“Jika sudah mencapai separuh dari bulan Sya’ban, janganlah kalian berpuasa.“(HR.
Abu Daud no. 2337). Hadits ini seakan-akan bertentangan dengan hadits
yang sedang kita kaji yang menyatakan larangan berpuasa satu atau
dua hari sebelum Ramadhan. Artinya, puasa sebelum itu masih boleh
meskipun setelah pertengahan Sya’ban. Dan sebenarnya, hadits ini pun
terdapat perselisihan pendapat mengenai keshahihannya. Jika hadits
tersebut shahih, maka yang dimaksudkan adalah larangan puasa sunnah mutlak yang dimulai dari pertengahan bulan Sya’ban. Adapun jika seseorang punya kebiasaan puasa seperti puasa Senin-Kamis,
puasa Daud, atau ingin menyambung puasa Sya’ban karena separuh pertama
melakukannya, begitu pula karena ingin mengqodho’ puasa Ramadhan, maka
seperti itu tidaklah masuk dalam larangan berpuasa setelah pertengahan
Sya’ban.
7- Islam memberikan batasan dalam
melakukan persiapan sebelum melakukan amalan sholih seperti yang
dimaksudkan dalam hadits ini untuk puasa Ramadhan.
Semoga sajian singkat di sore ini bermanfaat bagi pengunjung Rumaysho.Com sekalian sebagai persiapan ilmu sebelum Ramadhan. Wallahu waliyyut taufiq.
Referensi:
Fathu Dzil Jalali wal Ikrom bi Syarh Bulughil Marom, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, terbitan Madarul Wathon, 7: 18–27.
Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 5: 7–8.
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau
dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan
puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Abu Daud no. 2335, An
Nasai no. 2173, Tirmidzi no. 687 dan Ahmad 2: 234. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
bahwa berdasarkan hadits di atas bisa kita tarik beberapa faedah di
antaranya larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan.
Sekaligus hadits tersebut jadi dalil bahwa berpuasa setelah pertengahan
Sya’ban masih dibolehkan. Sedangkan dalil yang menyatakan,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا
“Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, janganlah berpuasa.”
(HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337). Hadits ini tidak
menunjukkan keharaman. Ditambah lagi hadits tersebut adalah hadits
dho’if. Imam Ahmad telah mengingkari hadits tersebut namun ulama
lainnya ada yang menshahihkan atau menghasankannya, serta dijadikan juga
sebagai dalil. … Namun yang tepat masih tetap boleh berpuasa setelah
pertengahan Sya’ban sampai satu atau dua hari sebelum Ramadhan.” (Fathu
Dzil Jalali wal Ikram, 7: 23).
Di samping itu setelah pertengahan Syaban masih tetap berpuasa
dikarenakan ada anjuran banyak berpuasa di bulan Syaban. Kalau dikatakan
banyak berarti masih dibolehkan pula setelah pertengahan Syaban untuk
berpuasa. Sebagaimana kata ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
لَمْ
يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ
شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada
satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Hutang Indonesia era Jokowi saat ini Rp 569 triliun, utang Indonesia Era Suharto USD 53,8 miliar atau
Rp 676 triliun.
Kata Pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, Soeharto meninggalkan hutang USD 53,8 miliar.
Sementara, untuk satu tahun ini,
pemerintah Jokowi menurut data Bank Dunia baik dari penjualan obligasi,
sekuritas, maupun pinjaman langsung, sudah mencapai Rp 569 triliun.
Jika dipukul sama rata menggunakan kurs yang berlaku saat ini. Hutang era Soeharto sekitar Rp 676 triliun.
"Hampir sama 30 tahun Soeharto dengan 1 tahun Jokowi. Kalau kursnya
dihitung berbeda sesuai zamannya, hutang Jokowi dua kali lipat dari
hutang Soekarno," ujarnya di Jakarta.
Dizaman ini banyak wanita ingin lebih kelihatan lebih cantik, mereka rela mengeluarkan uang ratusan ribu rupiyah agar kelihatan cantik, namun ada 10 cara berdandan yang dilarang untuk Muslimah.
inilah 10 cara berdandan yang dilarang oleh muslimah
1. Membuka aurat
Berdandan secantik apapun, jika tidak
menutup aurat, maka terlarang bagi muslimah. Adapun aurat muslimah
adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Hai Nabi, katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:
“Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59)
Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui
Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang
tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya
dan bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah
haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan
ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud)
Sesuai dengan hadits tersebut, Imam Syafi’i mengatakan di dalam Al Umm:
وكل المرأة عورة إلا كفيها ووجهها
“Dan setiap wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajahnya”
2. Berdandan yang mengundang syahwat
Meskipun sudah menutup aurat, tetapi
jika seorang muslimah berdandan dengan cara yang mengundang syahwat maka
hal itu juga terlarang.
Mengundang syahwat bentuknya bisa
macam-macam. Mungkin pakaiannya tipis atau cenderung transparan. Mungkin
pakaiannya membentuk lekuk-lekuk tubuh.
Berdandan yang mengundang syahwat bisa
pula karena model baju dan juga make up. Misalnya memakai lipstik
membentuk bibir tampak seksi dan sejenisnya.
“Wanita-wanita yang berpakaian
tetapi telanjang, yang berjalan berlenggak-lenggok guna membuat manusia
memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapati
aromanya. Padahal aroma Surga bisa dicium dari jarak 500 tahun.” (HR. Malik dalam al-Muwaththa’)
3. Berdandan seperti wanita jahiliyah
Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang wanita yang beriman berdandan dan berhias menyerupai wanita jahiliyah.
“Dan hendaklah kalian (wahai
istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian
bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku)
seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzaab: 33)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa dahulu
wanita berjalan berlenggok-lenggok dengan langkah yang manja dan
memikat, lalu Allah melarang hal tersebut.
Sedangkan tabarruj dicontohkan Ibnu
Katsir dengan perilaku mengenakan kerudung tanpa mengikatnya sehingga
kalung dan anting-anting tetap kelihatan. Bahkan lehernya pun kelihatan.
4. Berdandan menyerupai wanita kafir
Berdandan menyerupai wanita kafir
disebut tasyabuh. Islam melarang tasyabuh sebagaimana sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi; hasan)
Saat ini fenomena tasyabuh tampak dari betapa dominannya gaya-gaya artis non muslim diikuti dan ditiru.
5. Berdandan seperti laki-laki
Meskipun menutup aurat, berdandan seperti laki-laki juga tidak diperbolehkan. Misalnya tampil tomboi dengan mengenakan celana.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ
لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki” (HR. Ahmad)
6. Memakai parfum keluar rumah
Tentu boleh-boleh saja menggunakan
parfum saat berada di rumah demi menyenangkan suami. Namun, banyak
wanita memakai parfum saat keluar rumah sehingga baunya tercium oleh
kaum laki-laki yang bukan mahramnya.
Rasulullah menyebut wanita yang memakai
parfum saat keluar rumah sehingga laki-laki lain mencium baunya dengan
sebutan wanita pezina
“Wanita mana saja yang memakai
parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum
itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)
“Wanita mana saja yang memakai
parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu
maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)
7. Berlebihan dalam berdandan
Islam melarang segala hal yang berlebih-lebihan, termasuk dalam berdandan.
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“… Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-An‘am: 141)
وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ
“…Dan sesungguhnya orang-orang yang berlebihan, mereka adalah penghuni neraka” (QS. Ghafir: 43)
Bagaimana bentuk berlebihan dalam
berdandan? Bisa berlebihan dari segi waktu (dandan sangat lama),
berlebihan dalam gaya sehingga jatuhnya ke tabarruj atau tasyabuh, bisa
pula berlebihan dalam hal anggaran.
Berlebihan dalam hal anggaran berdandan
maksudnya adalah boros. Membeli bedak dan alat make up yang mewah dan
tidak terjangkau untuk ukuran dirinya tapi dipaksakan.
“Dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan” (QS. Al Isra’: 26-27)
8. Mencabut alis
Banyak wanita di zaman sekarang yang mencabut alis. Padahal Rasulullah telah melaknat wanita yang mencabut alis.
“Telah dilaknat wanita yang
menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya,
wanita yang mencabut alis dan wanita yang minta dicabut alisnya, wanita
yang mentato dan wanita yang minta antuk ditato, tanpa ada penyakit” (HR. Abu Dawud; shahih)
Setelah meriwayatkan hadits nomor 3639 tersebut, Abu Dawud menjelaskan bahwa An Namishat adalah orang yang mencabut alisnya hingga tipis, dan Al Mutanamishat adalah orang yang minta dicabut alisnya.
Syaikh DR Yusuf Qardhawi memiliki penjelasan yang menarik tentang mencabut dan mencukur alis.
9. Menyambung rambut atau memakai rambut palsu
Demi terlihat cantik, sebagian wanita menyambung rambutnya. Ada yang memakai rambut palsu (wig) agar penampilannya lebih indah.
Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi dalam buku Al
Halal wal Haram fil Islam (Halal dan Haram dalam Islam) menjelaskan
diharamkannya menyambung rambut dan memakai wig, baik bagi laki-laki
maupun bagi wanita. Beliau berpedoman pada hadits Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam dari Aisyah, Asma’, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar dan Abu
Hurairah:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambung rambutnya” (HR. Muslim)
10. Membuat tato
Tentu membuat tato lebih ekstrem
daripada mencabut alis dan menyambung rambut. Muslimah yang baik pasti
tidak akan mentato kulitnya. Selain diharamkan, tato identik dengan
wanita nakal.
“Telah dilaknat wanita yang
menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya,
wanita yang mencabut alis dan wanita yang minta dicabut alisnya, wanita
yang mentato dan wanita yang minta antuk ditato, tanpa ada penyakit” (HR. Abu Dawud; shahih)
Untuk mengawal industri tambang asal Amerika Serikat PT Freeport Indonesia ( Freeport) Meminta dukungan dari masyarakat Papua.
dilansir dari inilah.com. Presiden Direktur PT
Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dalam acara Ramah Tamah Manajemen
PTFI Bersama Stakeholder (pemangku kepentingan) di Rimba Papua Hotel,
Timika, Papua, Sabtu (26/12/2015) . berkata "Tolong kawal kami sebagai keluarga besar,"
Dia juga berkata sekarang ini banyak orang yang berada dilar Papua lebih mengetahui Papua kususnya Preport. padahal yang lebih mengetahui adalah masyarakat papua
"Orang-orang yang ribut di Jakarta tidak akan merasakan dampak jika
perusahaan ditutup. Tapi, masyarakat Papua yang merasakannya," kata
Makroef.
Maroef mengajak masyarakat Papua untuk menggunakan akal dan hati secara
paralel berkaitan dengan pengelolaan Freeport."Freeport tidak akan
berjalan sendiri, tapi jalan bersama tokoh masyarakat Papua," kata
Makroef yang sempat diperiksa MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) dan
Kejagung ini.
Makroef juga mengajak warga Papua untuk lebih memikirkan masa depan
anak-anak Papua selagi masih ada kontribusi Freeport dalam pembangunan
masyarakat di sekitar pertambangan."Pikirkan anak cucu. Jangan kita
hanya bertengkar. Jika ada masalah yang belum terselesaikan, mari kita
bicarakan," kata Makroef.
Makroef mengingatkan, tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Oleh
karena itu, kontribusi Freeport kepada masyarakat harus digunakan untuk
mempersiapkan generasi mendatang, misalnya melalui pendidikan dan
kesehatan.
Sementara, sejumlah pemangku kepentingan yang hadir, menyatakan
dukungaannya kepada Freeport untuk mendapatkan perpanjangan kontrak.
Mereka bakal mengirimkan surat dukungan ke pemerintah baik daerah dan
pusat, serta pihak-pihak yang selama ini rajin mengkritik Freeport.
Misalnya, Ketua Forum MoU dari suku Amungme, Yopi Kilangin mengatakan,
warga Papua masih menginginkan supaya Freeport tetap melanjutkan
kontrak. Jika memang masih ada permasalahan antara masyarakat dengan
perusahaan, seperti masalah hak ulayat lahan dan kompensasi, bisa
diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kami harap kita bicara lebih terbuka dan detil langsung dengan orang
yang punya hak, yakni kami dari suku Komoro dan Amungme," kata Yopi.
Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko) Mariamus Maknaipeku
setali tiga uang. Marimus bilang, masih membutuhkan Freeport di Papua,
karena kontribusi dalam pembangunan perekomomian, kesehatan dan
pendidikan, sangat terasa.
Marimus meminta agar masyarakat adat yang ada di sekitar lokasi
pertambangan, tidak hanya dijadikan sebagai penonton. Tetapi dipercaya
sebagai pelaku.
Adapun sesepuh masyarakat adat A Allo Rafra minta berbagai pihak untuk
stop bicara Freepot jika tidak mengetahui akar permasalahan yang
sebenarnya terjadi, serta sejarahnya. "Kembalikan masalah Freeport ke
pemerintah dan masyarakat adat," kata Allo.
Saat ini, DPR RI sebagai lembaga pengawas pemerintah sedang menggulirkan
Hak Angket/Pansus Freeport untuk membongkar skandal Freeport.
"Freeport ini adalah isu sudah lama. Istilahnya kasus itu kita selalu
bicarakan tetapi enggak pernah tuntas. Sekarang ini sudah jadi opini
publik, mari kita selesaikan," ujar anggota DPR RI sekaligus Presiden
PKS Sohibul Iman, Senin pekan lalu, kutip Sindonews.
"Ayo langkah berikutnya termasuk bentuk Pansus. Jadi kalau kita serius
selesaikan Freeport, maka kita juga mau ikuti proses yang runut. Kalau
tidak runut, satu masalah ketutup masalah lain, akhirnya tidak selesai,"
ujarnya.. ( IKB )
Ada yang mengejutkan di Gereja Kristen
Jawa (GKJ) Margoyudan, Solo, Kamis (24/12). Pasalnya, para mahasiswa
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menghadiri ibadah
Malam Natal di gereja tersebut. Kurang lebih ada 14 mahasiswa. Bahkan
ada yang mengenakan hijab.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut ikut duduk di antara jemaat gereja lain. Terlihat pula salah satu dari mereka ikut berdoa.
Sekretaris umum GKJ Margoyudan, Winantyo Atmojo DJ pun menyampaikan bahwa mahasiswa-mahasiswa itu binaan Pendeta Wahyu Nugroho.
“Kedatangan mereka ke sini atas
keinginan sendiri. Mereka mahasiswa Pendeta pak Wahyu Nugroho di UIN.
Beliau mengajar di sana. Beliau juga menyelesaikan kuliah S3 di sana,”
kata Winantyo usai misa Natal, Jumat (25/12) siang seperti dilansir Merdeka.
Perlu diketahui, Wahyu yang juga Pendeta GKJ Margoyudan merupakan salah satu dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Saat mengikuti ibadah, katanya, para
mahasiswa berbaur dengan ribuan jemaat lainnya. Mereka menempati deretan
bangku kelima dari depan, dekat mimbar pendeta. Ada sembilan mahasiswi
mengenakan jilbab, dan enam lainnya mahasiswa.
Mereka, lanjutnya, mintanya berbaur dengan jemaat kami. Makanya kami tempatkan di tengah-tengah.
“Sambutan hangat dari jemaat membuat mereka nyaman,” kata Winantyo. [Paramuda/ BersamaDakwah]
Pernikahan adalah syariat Allah Ta’ala
dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagai salah satu
jenis ibadah, pernikahan harus dilakukan sesuai dengan syariat yang
berlaku. Jika menyelisihi, pernikahan yang dihukumi sah menurut negara
sekalipun bisa tidak sah secara agama, sehingga pelakunya dihukumi
berzina.
Di antara yang masuk kategori pernikahan
tidak sah menurut agama adalah pernikahan beda agama. Laki-laki non
muslim menikahi wanita muslimah. Pernikahan ini terlarang berdasarkan surat al-Baqarah [2] ayat 221.
Seorang muslimah haram dinikahi oleh
laki-laki non muslim, sebab istri harus taat kepada suami sebagai
pemimpinnya. Larangan ini semakin kuat dengan banyaknya ayat yang
melarang seorang muslim untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai
pemimpinnya.
Target akhir dari pernikahan ini, adalah
proyek besar kaum-kaum kafir yang ingin melemahkan Islam dari dalam.
Mereka menikahi wanita-wanita muslimah, lalu mengajak sang istri masuk
ke dalam agama mereka.
Jika ini terjadi, anak-anak yang lahir pun akan dimurtadkan. Diajak masuk ke dalam agama mereka, cepat atau lambat.
Jika pun tidak dimurtadkan, wanita-wanita
muslimah akan dilemahkan gerak dakwah dan pengaruh keislamannya di
dalam keluarga dan masyarakatnya. Alhasil, kekuatan kaum Muslimin
menjadi terbonsai. Terkurung. Tidak bisa menghasilkan gerakan dakwah
yang menyejarah.
“Wanita Muslim yang melanggar ketentuan
ini,” tulis Drs Muhammad Thalib menerangkan pernikahan beda agama,
“berarti telah melakukan pernikahan yang tidak sah, walaupun menurut
hukum negara pernikahannya sah.”
“Hubungan seksual yang dilakukan,” lanjut Drs Muhammad Thalib dalam Menuju Pernikahan Islami,
“dinilai sebagai perbuatan zina.” Sebab hubungan badannya dihukumi
zina, maka anak-anak yang terlahir pun menjadi anak zina. “Oleh karena
itu, anak yang dilahirkan dari pernikahan ini merupakan anak zina.”
Selain itu, wanita-wanita muslimah yang
mau dinikahi oleh laki-laki non muslim juga akan mendapatkan kehinaan di
dunia dan akhirat. Di dunia, akidahnya akan semakin larut, kecintaan
kepada agama menjadi pudar seiring berjalannya waktu.
Di akhirat, jika mati sebelum bertaubat,
mereka akan mengalami siksa yang pedih, dikumpulkan bersama penghuni
neraka lain. Kekal. Menikmati kepungan azab yang tiada terperi.
Siapa yang tidak kenal dengan Abu
Lahab? Setiap muslim, tentu akrab dengan nama ini. Dia terkenal bukan
karena kebaikannya, melainkan karena kebenciannya yang sangat mendalam
kepada Junjungan kita Rasulullah SAW dan ajaran yang dibawanya, Islam.
Bahkan, secara spesial, Abu Lahab dan Istrinya tercantum di dalam
Al-Qur`an sejak permulaan islam disebarkan di tanah suci Mekkah. Allah
SWT mengabadikan di dalam Surat Al-Lahab.
Al-Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Abbas, suatu ketika Rasulullah SAW
pergi ke lembah Al-Batha dan menaiki bukitnya, kemudian berteriak:
يَا صَبَاحَاه
(Wahai manusia, datanglah kemari).
maka orang-orang Quraish pun berkumpul di sekitar Beliau.
(Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dia benar-benar binasa.
Tidaklah berguna baginya hartanya dan keturunannya. Kelak dia akan masuk
ke dalam api yang menyala (neraka). Dan (begitu pula) isterinya,
pembawa kayu bakar. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal)
Abu Lahab adalah salah seorang paman Rasulullah SAW. Nama sebenarnya
adalah `Abdul `Uzza bin `Abdul Muttalib. Nama panggilannya adalah Abu
`Utaybah. Dia dipanggil Abu Lahab karena wajahnya yang terang dan
menyala-nyala.
Ibnu Mas`ud berkata suatu ketika Rasulullah SAW mengajak orang-orang
Quraish kepada keimanan, lalu Abu Lahab berkata: “Seandainya apa yang
dikatakan keponakanku itu benar, maka aku akan melindungi diriku dari
pedihnya azab pada hari kiamat nanti dengan hartaku dan anak-anakku”.
Padahal di dalam surat Al Lahab Allah SWT sudah menyebutkan yang artinya: “Tidaklah berguna hartanya dan keturunannya.”
Abu lahab meninggal karena penyakit. Ia tidak ikut memerangi Nabi saat
perang Badar karena sakitnya itu. Sepulangnya orang-orang kafir dari
perang Badar dengan membawa kekalahan, sakitnya bertambah parah. Dan ia
akhirnya meninggal dengan keadaan sakit yang mengerikan. Diriwayatkan
bahwa orang-orang kafir, bahkan teman-teman dan keluarganya enggan
mengurus jenazahnya karena keadaan sakitnya yang menjijikkan dan timbul
bau busuk dari penyakitnya. Inilah akhir hidup seorang musuh Allah.
Selama tiga hari sejak kematiannya, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak
tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati
jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka digali juga
sebuah lubang kubur bagi Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong
dengan sebilah kayu sampai masuk lubang.
Tidak hanya itu, prosesi penguburan pun berlangsung secara mengenaskan.
Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka
yakin betul jasadnya telah tertutup rapat. Ya sebuah tragedi kematian
yang lebih hina dari kematian seekor ayam sekalipun.
Sedangkan Istrinya Abu Lahab, yaitu Ummu Jamil yang artinya wanita yang
cantik. Tapi julukan ini tidak sesuai dengan perilakunya. Ia setali tiga
uang dengan suaminya dalam hal memusuhi Nabi. Ia lebih tepat dinamai
wanita yang jelek karena perilakunya yang sangat jelek.
Seringkali pada malam hari Ia memanggul kayu yang berduri untuk
diletakkan di jalan-jalan yang biasa dilalui Nabi. Sehingga bila Nabi
lewat pada malam hari / subuh, Nabi akan menginjak kayu yang berduri itu
sehingga Nabi terluka. Ummu jamil senang kalau Nabi terluka karena
menginjak kayu berduri.
Ummu jamil juga suka mengadu domba dan memfitnah supaya orang-orang
Makkah membenci Nabi. Karena hal ini, ia dijuluki pembawa kayu bakar.
Karena ia suka “membakar” emosi, mengadu domba, dan menimbulkan
kebencian orang-orang Makkah pada Islam.
Saat membawa kayu, ia mengikatnya dan melilitkan sebagian talinya pada
lehernya. Inilah kebiasaan yang dilakukannya saat membawa kayu berduri
untuk mencelakai Nabi. Perilaku buruk inilah yang akhirnya membawanya
menemui ajalnya. Ummu jamil meninggal karena tercekik tali yang
digunakannya untuk membawa kayu. Kelak di akhirat, ia akan disiksa juga
dengan tali. Dinyatakan oleh Allah bahwa di neraka, leher Ummu jamil
diikat dengan tali dari api neraka jahannam.
Hal - hal di atas diterangkan oleh Allah dalam surat Al lahab. Salah
satu surat pendek dalam Al Quran. Surat ini menunjukkan mukjizat Al
Quran, karena dengan tepat memprediksi hal-hal yang belum terjadi saat
surat ini diturunkan. Telah dinyatakan bahwa Abu lahab dan istrinya
termasuk seorang yang celaka. Maka memang sampai akhir hayatnya, mereka
tidak pernah beriman kepada Allah dan Rasulullah, meskipun Rasul selalu
mengajak mereka untuk beriman.
Saat surat Al Lahab diturunkan, Ummu jamil marah - marah karena merasa
terhina. Ia mendatangi Abu Bakar dan menanyakan di manakah Muhammad.
Ummu Jamil marah - marah di depan Abu Bakar sambil membawa batu dan
mengancam akan melakukan berbagai hal buruk pada Muhammad.
Ummu jamil menanyakan di manakah Muhammad, padahal saat itu Nabi sedang
duduk tepat di samping Abu Bakar. Ummu jamil tidak dapat melihat Nabi
karena penglihatannya ditutup oleh Allah sehingga ia hanya melihat Abu
Bakar. Padahal Nabi sedang duduk di samping Abu Bakar.
Abu bakar heran kenapa Ummu Jamil menanyakan dimana Nabi (padahal berada
di sampingnya), maka Abu bakar bertanya apakah Ummu jamil hanya melihat
Abu Bakar dan tidak melihat orang lain di sampingnya? Maka Ummu jamil
bertambah marah karena merasa diolok-olok oleh Abu bakar seraya menjawab
“Apakah engkau bermaksud menghinaku? Aku tidak melihat siapa - siapa
selain kau!” Inilah salah satu mukjizat Nabi. Adalah mudah sekali bagi
Allah melakukan hal ini.
Secara umum, ulama berpendapat bahwa surat Al-Lahab di turunkan Allah
SWT untuk mencela sekaligus memberikan kepastian informasi bahwa Abu
Lahab dan Istrinya kelak pasti akan masuk ke dalam Neraka.
YANG MENARIK adalah surat Al Lahab ini turun disaat Abu Lahab dan
Istrinya MASIH HIDUP. Ketika itu, tentu saja ayat ini sering di baca
berulang-ulang dan di hafal oleh kaum mukmin sementara Abu Lahab di
tengah-tengah mereka dan bisa mendengar ayat ini dibacakan. Ketika surat
Al-Lahab itu turun, seluruh kaum mukmin saat itu sudah benar-benar
meyakini Al-Qur`an sebagai suatu KEBENARAN YANG PASTI, dan ketika itu
Al-Qur`an mengabarkan bahwa Abu Lahab dan istrinya kelak pasti akan
masuk neraka karena senantiasa memerangi dan merendahkan Rasulullah SAW
dan ajaran Islam.
SEANDAINYA SAJA Abu Lahab dan istrinya berpura-pura memeluk Islam dan
menerima ajaran Rasulullah SAW, maka akan timbul keraguan tentang
kebenaran firman Allah pada surat Al-Lahab di kalangan muslim. Sebab,
jika Abu Lahab dan istrinya berpura-pura masuk islam, tentu Surat
Al-Lahab yang turun menjadikan Al-Qur`an tidak benar. Pastilah Islam dan
ajarannya sudah mati sejak saat itu juga. Tetapi Masya Allah, semua itu
tidak terjadi. Abu Lahab dan isterinya tetap dalam kekafiran yang nyata
hingga akhir hayatnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur'an
benar-benar sebuah kitab dari Allah yang berisi kebenaran. Dan ini juga
membuktikan bahwa ketika Allah berkehendak atas sesuatu, maka tidak ada
satu makhluk pun yang bisa menghalangi rencana Allah.
SubhanAllah, semakin bertambah keyakinanku akan kebenaran Al-Qur`an yang
benar-benar datang dari SisiMu ya Allah. Semoga Engkau menghimpun kami
bersama hamba-hamba-Nya yang senantiasa membaca, menghafal dan
mengamalkan Al-Qur`an di tengah-tengah kehidupan pribadi, masyarakat dan
bernegara, Aamiiin….
'Umar menangis menyaksikan tubuh yang berbaring miring itu. Lelaki
tinggi besar itu tertunduk miris menyaksikan punggung Sang Kekasih Allah
tergurat bilur bekas tertekan pelepah kurma yang jadi alas peraduannya.
Sosok agung itu terjaga, tersenyum, dan berkata, "Mengapa engkau menangis ya Ukhayya?"
"Aku teringat Kisra Persia dan Kaisar Romawi", sahut 'Umar sambil
menyeka airmatanya, "Mereka duduk bertelekan di atas bantal-bantal
lembutnya pada singgasana bermahligai, sementara pelayan hilir bergilir
tak henti melayani keperluannya."
"Sedang engkau Ya Rasulallah,
sedang engkau..", 'Umar tercekat nyaris tak dapat melanjutkan ucapannya,
"Engkau di sisi Allah jauh lebih mulia daripada mereka semua."
Sang Nabi tersenyum kemudian bersabda, "Tidakkah engkau rela wahai
'Umar, mereka mendapatkan dunia sedangkan akhirat menjadi bagian kita?"
Maka sekira 10 tahun kemudian, 'Umar murka ketika para sahabat
dipelopori 'Abdurrahman ibn 'Auf berupaya untuk menambah fasilitas bagi
Sang Amirul Mukminin. Ibunda kita Hafshah yang ditugasi untuk
menyampaikan hal itu, kena semprot Sang Khalifah.
"Hai Hafshah",
hardiknya, "Sungguh engkau lebih tahu seperti apa keadaan Rasulullah
padahal dia lebih mulia daripada bapakmu. Dan Khalifahnya, Abu Bakr,
hidup dalam keadaan yang serupa benar dengan teladannya. Adapun kalian,
celaka kalian, kalian berusaha memisahkan aku dari dua orang sahabat
yang amat kucinta.. Demi Allah, aku takkan mengubah cara hidupku sampai
berjumpa Allah dan kedua kekasihku!"
Maafkan kami ummatmu Ya
Rasulallah; yang selalu mengokohkan pondasi bagi dunia di dalam hati,
dan membangunnya tinggi-tinggu dengan angan-angan tiada henti..
Maskapai Malaysia sesuai prinsip-prinsip syariah pertama, Rayani Air,
terbang pertama kalinya pada Minggu kemarin (21/12/2015), rute Kuala
Lumpur-Kepulauan Langkawi (domestik).
Disebut sesuai
prinsip-prinsip syariah Islam karena maskapai ini tidak menyediakan
makanan non-halal, dan seluruh perempuan muslim yang menjadi kru pesawat
mesti memakai hijab, sementara yang non-muslim mesti berpakaian sopan.
Direktur
maskapai ini, Jaafar Zamhari, dalam wawancara sebagaimana diberitakan
The National Emirate (21/12/2015), menyatakan bahwa Rayani Air merupakan
maskapai Malaysia pertama yang dikelola berdasarkan kepatuhan pada
prinsip-prinsip syariah (shariah-compliant).
Sebelumnya
sudah terdapat beberapa maskapai negara lain dengan menggunakan standard
kepatuhan syariah, dan bahkan maskapai Firnas Airways yang berbasis di
Inggris juga merencanakan hal serupa untuk tahun mendatang, sebagaimana
dikutip dari media Bloomberg.
Berdasarkan konsep halal, daging babi dan turunan produknya, alkohol, dan binatang yang tidak disembelih sesuai prosedur Islam dinyatakan haram.
Standard halal juga diberlakukan pada produk kosmetik setelah diuji kandungannya, dan proses pembuatannya. (rem/dakwatuna/IKB)
Sebelum Anda memutuskan untuk melamar
seorang wanita untuk dijadikan pendamping hidup, atau sebelum Anda
memutuskan untuk menerima lamaran seorang laki-laki sebagai pendamping
hidup, ada pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dicari jawabannya.
Akan tetapi, hal ini bukan merupakan
legalitas bagi Anda untuk berkhalwat dan bebas berinteraksi dengan lawan
jenis. Sebab, pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya boleh Anda sampaikan
kepada wali, pihak keluarga, atau sahabat dari sosok yang Anda niatkan
untuk dijadikan suami atau istri.
Di antara pertanyaan tersebuat ialah
sikap calon suami atau istri Anda terhadap orang tuanya. Bagaimana
perlakuannya kepada orang tua? Apakah ia termasuk orang yang berbakti
atau durhaka kepada orang tua?
Jika Anda mendapati informasi valid bahwa
calon pendamping hidup itu kurang bisa bersikap baik kepada kedua orang
tuanya, sebaiknya Anda menunda niat untuk malamar. Berpikirlah
baik-baik, dan bayangkan kedua orang tua serta diri Anda sendiri.
Logika sederhananya, jika terhadap orang
tua yang wajib dihormati saja dia berlaku durhaka, apa atau siapa yang
menjamin bahwa dia akan berlaku baik terhadap Anda sebagai pasangan
hidup yang notabene termasuk orang baru dalam kehidupannya?
Bukankah orang tua sudah mengurusi sejak
kecil dan terdapat hak yang paling besar setelah hak kepada Allah Ta’ala
dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepadanya? Jika kepada
orang tua saja sering berkata kasar, pedas, dan menyayat hati, siapa
yang akan menjamin bahwa dia akan bermanis-manis kalam di hadapan Anda
sebagai pendamping hidup?
Sebaliknya, jika dia termasuk orang yang
baik perilakunya kepada kedua orang tua, jangan ragu untuk layangkan
lamaran atau menerima pinangannya. Yakinlah, orang-orang yang paling
baik kepada pasangan hidupnya adalah mereka yang baik perbuatannya
kepada orang tuanya.
Jika pun ada orang yang berlaku buruk
terhadap pasangan hidup, tapi terkenal baik kepada kedua orang tuanya,
hal itu hanya sebuah penyimpangan lantaran tidak menyeluruhnya pemahaman
tentang Islam yang mulia ini.
Yang terpenting, jangan sampai Anda
berlaku konyol dengan tidak melibatkan peran atau persetujuan orang tua.
Apalagi jika keduanya masih hidup. Sebab, restu dan persetujuan
keduanya merupakan salah satu tiket yang harus dikantongi agar
pernikahan Anda menggapai bahagia dan berkah.
Jangan pula Anda mengesampingkan kedua
orang tua hanya demi calon pasangan hidup. Selain belum terbukti
cintanya karena belum diuji dalam masalah pernikahan, orang tua tetap
tak tergantikan. Apalagi orang tua Anda telah mewakafkan hidup, darah,
keringat, dan air matanya demi kehidupan Anda.
Diterjemahkan dari
artikel yang ditulis oleh Dr. Laurence Brown dari leveltruth.com
Ketika saya masih
kecil, pada tahun 1960-1970-an dan tinggal hanya beberapa blok jauhnya dari
distrik Haight-Ashbury di San Francisco, saya dikelilingi oleh gerakan hippie.
(Lebih lanjut tentang gerakan hippie bisa dibaca disini: Sejarah Hippies). Pada saat itu adalah zamannya kebebasan seksual, revolusi budaya,
dan kecerobohan sosial.
Saya tidak
pernah terjebak dalam gerakan hippie, tapi karena kehidupan semasa kecil saya
dikelilingi oleh gerakan itu, oleh karenanya saya mengetahui perkembangannya.
Satu hal yang saya ingat dengan jelas adalah banyak dari kaum hippie yang
dijuluki sebagai "Pengikut fanatik Yesus." Seiring saya
mengingat-ingat kembali kenangan masa kecil saya, hampir empat dekade kemudian,
eufemisme ini tampak aneh. Kaum hippie dianggap "Pengikut fanatik Yesus"
karena mereka berpakaian layaknya Yesus, membiarkan rambut mereka gondrong seperti
Yesus, meninggalkan cinta materialisme / cinta duniawi seperti yang Yesus
lakukan, dan mengabdi kepada Tuhan, menyebarkan perdamaian dan cinta kasih.
Sekarang, banyak dari
kaum hippie yang jatuh ke dalam penggunaan obat terlarang dan kehidupan
seksual. Sebuah praktik yang jauh dari sifat-sifat dan keteladanan Yesus.
Namun, bukan hal ini yang membuat kaum hippies disebut sebagai “pengikut
fanatik Yesus.” Sebaliknya, mereka disebut “pengikut fanatik Yesus” karena
rambut mereka yang gondrong, pakaian yang longgar, jauh dari cinta keduniawian,
persatuan di antara sesama mereka dan pasivisme, semua ini adalah hasil dari
upaya mereka untuk berperilaku seperti Yesus. The House of Love and Prayer
(Rumah Ibadah Cinta dan Do’a) yang terletak di dekat rumah saya, adalah tempat
berkumpulnya para kaum hippie yang berjiwa baik ini, dan nama dari rumah ibadah
mereka adalah cerminan dari fokus mereka dalam kehidupan.
Melihat kembali ke
belakang, apa yang terasa aneh bagi saya sekarang bukanlah kaum hippie yang ingin
mempraktekkan ajaran-ajaran Yesus, tetapi fakta bahwa orang-orang mengkritik
mereka karena hal itu. Apa yang tampak lebih aneh adalah sebagian orang
Kristen, di era modern sekarang, juga mengkritik hal tersebut. Dan sesungguhnya,
apa yang tampak paling aneh, sebelum saya masuk Islam, adalah bahwa umat Islam
tampaknya lebih mempraktekkan ajaran Yesus daripada orang-orang Kristen.
Sekarang, pernyataan
saya di atas membutuhkan penjelasan, jadi inilah penjelasan saya: Pertama-tama,
baik Kekristenan dan Islam menganggap Yesus sebagai nabi dari agama mereka.
Namun, ajaran Yesus telah hilang dari keyakinan dan praktik kebanyakan penganut
Kristen. Sebaliknya, ajaran-ajaran Yesus dihormati dan dipraktekkan dalam Islam.
Mari kita lihat
beberapa contoh.
Penampilan
Yesus berjenggot, sebagaimana umat Muslim
juga dianjurkan untuk berjenggot dalam Islam. Sementara itu, hanya sedikit penganut
Kristen yang berjenggot.
Yesus berpakaian sederhana. Jika kita
menutup mata dan membayangkan rupa Yesus, kita melihat jubah yang panjang, dari
pergelangan tangan sampai pergelangan kaki, kira-kira seperti jubah Arab yang
longgar dan pakaian shalwar kamiz Indio-Pakistan, dimana banyak umat Muslim di daerah
tersebut. Namun sayangnya pakaian yang terbuka atau menggoda begitu menjamur
dalam budaya Kristen modern.
Ibunda Yesus menutupi rambutnya, dan hal ini
dipraktekkan oleh wanita Kristen dari kawasan Palestina dan sekitarnya hingga
pertengahan abad kedua puluh. Dan lagi-lagi, ini adalah praktek yang dilakukan umat
Islam serta Yahudi Ortodoks (dimana Yesus juga merupakan orang Yahudi), tetapi
tidak dipraktekkan di antara orang-orang Kristen modern.
Tata krama
Yesus berfokus pada keselamatan dan menghindari
gemerlap dunia. Berapa banyak orang Kristen yang melakukan ini selain hari
Minggu? Bandingkan dengan umat Muslim yang beribadah setiap harinya dengan shalat
limat waktu.
Yesus berbicara dengan kerendahan hati dan
kebaikan. Dia tidak "pamer." Ketika kita membayangkan Yesus yang
sedang berkhotbah di hadapan banyak orang, kita tidak melihat adanya sandiwara.
Dia adalah seorang pria sederhana yang terkenal akan kejujuran dan kebenaran. Sekarang,
ada berapa banyak misionaris dan pendeta Kristen yang mengikuti contoh ini?
Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk mengucapkan
salam "Damai" (Lukas 10: 5), dan kemudian memberikan contoh dengan
mengucapkan "Damai sejahtera bagi kamu" (Lukas 24:36, Yohanes 20:19,
Yohanes 20:21, Yohanes 20: 26). Lalu, siapakah yang terus mempraktekkan ajaran
ini sampai sekarang, Kristen atau Muslim? "Damai sejahtera bagi kamu"
adalah arti dari sapaan umat Muslim, “Assalammu’alaikum.” Yang menarik, kita juga
menemukan ucapan ini dalam Yudaisme (Kejadian 43:23, Bilangan 6:26, Hakim 6:23,
I Samuel 1: 17 dan I Samuel 25: 6).
Praktek agama
Yesus disunat (Lukas 2:21). Paulus
mengajarkan sunat itu tidak perlu (Roma 4:11 dan Galatia 5: 2). Sedangkan umat
Muslim juga disunat.
Yesus tidak makan daging babi, sesuai dengan
hukum Perjanjian Lama (Imamat 11: 7 dan Ulangan 14: 8). Muslim secara
keseluruhan juga tidak makan babi. Bagaimana dengan umat Kristen? Hmm... saya
rasa Anda sudah tahu jawabannya.
Yesus tidak memberi atau mengambil riba
(bunga), sesuai dengan larangan dalam Perjanjian Lama (Keluaran 22:25). Riba
(bunga) dilarang dalam Perjanjian Lama dan Al-Qur'an, sebagaimana juga dilarang
dalam agama Yesus. Perekonomian sebagian besar negara Kristen, bagaimanapun,
terstruktur berdasarkan riba.
Yesus tidak berzina, dan tidak melakukan
hubungan di luar nikah dengan wanita. Sekarang, masalah ini meluas ke kontak
fisik dengan lawan jenis. Kecuali melakukan ritual keagamaan dan membantu
mereka yang membutuhkan, Yesus tidak pernah menyentuh seorang wanita selain
ibunya. Penganut Yahudi Ortodoks yang taat terus mempraktekkan ajaran ini sampai
sekarang sesuai dengan ajaran Perjanjian Lama. Demikian juga, Muslim yang taat tidak
mau bersentuhan antara lawan jenis. Bisakah penganut Kristen yang terbiasa
melakukan "peluklah sesamamu" dan "ciumlah pengantinmu" mengklaim
hal yang sama?
Praktek Ibadah
Yesus mensucikan dan membersihkan dirinya
sebelum berdoa, seperti praktek para nabi yang mendahuluinya (lihat Keluaran
40: 31-32 tentang Musa dan Harun), dan inilah yang dilakukan umat Muslim.
Yesus berdoa dengan sujud (Matius 26:39),
seperti para nabi lainnya (lihat Nehemia 8: 6 tentang Ezra dan orang-orang,
Yosua 5:14 tentang Yosua, Kejadian 17: 3 dan 24:52 tentang Abraham, Keluaran
34: 8 dan Bilangan 20: 6 tentang Musa dan Harun). Siapakah yang berdoa seperti
itu, Kristen atau Muslim?
Yesus berpuasa selama lebih dari sebulan
pada suatu waktu (Matius 4: 2 dan Lukas 4: 2), seperti yang dilakukan
orang-orang saleh sebelumnya (Keluaran 34:28, I Raja-Raja 19: 8), dan seperti
ini pulalah yang dilakukan Muslim setiap tahunnya pada bulan Ramadhan.
Yesus melakukan perjalanan jauh untuk tujuan
ibadah, sebagaimana semua orang Yahudi Ortodoks juga melakukannya. Umat Muslim
melakukan perjalanan ibadah ke Mekkah, dan hal ini juga disinggung di dalam Bibel.
(Untuk referensi lebih lengkap, bisa merujuk pada The First and Final Commandment oleh Dr. Laurence Brown).
Masalah Keimanan
Yesus mengajarkan keesaan Tuhan (Markus 12:
29-30, Matius 22:37 dan Lukas 10:27), sebagaimana juga disampaikan dalam
perintah utama (Keluaran 20: 3). Dia tidak pernah mengajarkan trinitas.
Yesus menyatakan dirinya sebagai seorang
pria dan seorang nabi Allah (lebih lengkapnya, bacalah: Mempertanyakan Ketuhanan Yesus), dan tidak pernah dia mengaku ilahi. Agama manakah yang
lebih sesuai dengan hal ini? Apakah formula trinitas yang diajarkan Kristen
atau ajaran tauhid (menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya)
dalam Islam?
Singkatnya, Muslim
tampaknya menjadi "Pengikut Yesus yang fanatik" dari era modern, jika
yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah mereka yang hidup berdasarkan
hukum-hukum Tuhan dan teladan Yesus.
Kita bertanya-tanya
apa yang menyebabkan jurang perbedaan yang sangat besar antara para pengikut
Yesus di zamannya dan penganut Kristen modern di zaman sekarang. Pada saat yang
sama, kita harus menghormati fakta bahwa umat Muslim lebih memuliakan dan
mempraktekkan ajaran Yesus daripada penganut Kristen. Selanjutnya, kita harus
ingat bahwa Perjanjian Lama menubuatkan tiga nabi yang harus diikuti. Yohanes
Pembaptis dan Yesus Kristus adalah yang pertama dan kedua, dan Yesus Kristus
sendiri telah menubuatkan nabi ketiga dan terakhir yang akan datang. Oleh
karena itu, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menubuatkan tentang
seorang nabi terakhir, dan kitalah yang salah jika kita tidak mempertimbangkan
bahwa nabi terakhir itu adalah Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, dan wahyu
terakhirnya adalah Islam. (lampu islam /IKB)